- Diposting oleh : mis.daruttaklim
- pada tanggal : Rabu, April 22, 2026
Ketika itu, Tuhan telah bekerja
enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan para
ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut : "Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?" Dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?
Ibu ini harus waterproof
(tahan air/cuci)tapi bukan dari plastik.
Harus terdiri dari 180 bagian
yang lentur, lemas dan tidak cepat capai.
Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya.
Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan
Memiliki ciuman yang dapat
menyembuhkan kaki yang keseleo
Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan enam pasang tangan!!
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya: Enam pasang tangan....?
ckck ck --- "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan
yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan.
Juga tiga pasang mata yang
harus dimiliki seorang ibu
"Bagaimana modelnya?"
Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk.
"Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya:
"Apa yang sedang kau lakukan
di dalam situ?", padahal sepasang mata itu
sudah mengetahui jawabannya.
"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di
belakang kepalanya,sehingga ia
bisa melihat ke belakang tanpa menoleh.
Artinya, ia dapat melihat apa yang
sebenarnya tak boleh ia lihat dan
pasang mata ketiga untuk menatap
lembut seorang anak yang mengakui
kekeliruannya. Mata itu harus bisa
bicara! Mata itu harus berkata: "Saya mengerti
dan saya sayang padamu".
Meskipun tidak diucapkan sepatah
katapun.
"Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah" "Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai."
09) Ia harus bisa menyembuhkan
diri sendiri kalau ia sakit.
10) Ia harus bisa memberi makan 6
orang dengan satu setengah ons daging
11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi......
Akhirnya Malaikat membalik
balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
"Terlalu lunak",katanya
memberi komentar. "Tapi kuat!" Kata Tuhan bersemangat.
"Tak akan kau bayangkan
betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan
derita." "Apakah ia
dapat berpikir?" tanya malaikat lagi. "Ia bukan saja dapat
berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi", kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh
sesuatu di pipi, "Eh, ada kebocoran di sini".
"Itu bukan kebocoran",
kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata
kesenangan, air mata kesedihan,
air mata kekecewaan, air mata kesakitan,
air mata kesepian, air mata
kebanggaan, airmata...., air mata...."
"Tuhan memang
ahlinya....", Malaikat berkata pelan.
"if you love your mom send
this to other person...."