Skip to Content
Loading...
Fitriyah Cholishoh
Fitriyah Cholishoh
Online
Assalamualaikum, saya mau tanya👋
Ada yang bisa dibantu?

Kisah Santri yang Tertangkap Basah Merokok


Pondok pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan akhlak mulia. Setiap pesantren memiliki tata tertib yang wajib dipatuhi oleh seluruh santri demi kenyamanan, kesehatan, dan kelancaran proses belajar. Salah satu aturan yang paling umum diterapkan adalah larangan merokok di area pondok. Namun, yang namanya aturan, terkadang masih saja coba dilanggar oleh beberapa santri yang penasaran atau membandel.

Kisah pelanggaran aturan ini tergambar jelas dalam sebuah komik singkat yang berlatar di Pondok Pesantren Darut Ta'lim, Surabaya. Pesantren ini memiliki moto yang sangat indah: "Bersih Lingkungannya, Sehat Santrinya, Berkah Ilmunya." Sayangnya, kebersihan dan kesehatan lingkungan ini sempat dinodai oleh aksi nekat salah satu santrinya.
Cerita bermula ketika seorang santri mencoba mencuri-curi kesempatan untuk merokok di area luar kamar. Merasa posisi dan situasinya aman, ia menyalakan rokoknya sambil bergumam di dalam hati, "Sepertinya nggak ada yang lihat, deh..." Ia mengira tindakan sembunyi-sembunyinya itu akan berjalan mulus tanpa hambatan.
Namun, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya pasti akan tercium juga. Dalam kasus ini, bukan baunya yang tercium duluan, melainkan kepulan asapnya yang membubung ke udara. Teman sesama santri yang sedang duduk di dekatnya langsung menyadari hal tersebut. Dengan ekspresi terkejut, sang teman menunjuk ke arah atas kepala si perokok dan berseru, "Lho, asapnya kelihatan, Cak!"
Belum sempat si santri mematikan rokoknya atau mencari alasan, nasib apes langsung menghampirinya. Tiba-tiba saja, seorang santri senior atau pengurus pondok berpeci hitam dengan kain sorban melingkar di lehernya muncul di hadapan mereka. Aksi melanggar aturan itu pun resmi tertangkap basah.
Melihat pelanggaran di depan mata, sang pengurus pondok langsung memberikan teguran yang tegas namun tetap mendidik. "Ayo, matikan rokoknya. Kita jaga aturan pondok!" perintahnya.
Mendengar teguran mendadak itu, si santri yang merokok hanya bisa terkejut dan pasrah. Rasa bersalah dan malu campur aduk menjadi satu. Ia pun hanya bisa meratap dalam hati, "Kwakkk! Ketahuan juga!"
Kisah singkat dari komik ini memberikan pesan moral yang sangat berharga bagi kita semua, khususnya para santri. Aturan dibuat bukan untuk mengekang, melainkan untuk kebaikan bersama. Merokok di lingkungan pesantren tidak hanya merusak kesehatan diri sendiri dan orang lain akibat asapnya, tetapi juga menodai keberkahan ilmu yang sedang dituntut. Pada akhirnya, tindakan tidak jujur atau melanggar aturan secara sembunyi-sembunyi pasti akan menemukan jalannya untuk terungkap.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?